Home » » 3 Prestasi dan Keberhasilan Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959 )

3 Prestasi dan Keberhasilan Kabinet Djuanda ( 9 April 1957-10 Juli 1959 )

Posted by Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah on Friday, September 17, 2021

Apa saja prestasi dan keberhasilan Kabinet Djuanda pada era parlementer dibandingkan dengan kabinet kabinet lainya? Setiap kabinet memiliki kegagalan dan keberhasilan sendiri dalam menjalankan roda kepemerintahan di Indonesia. Walau dikenal memiliki masa bakti yang singkat, kabinet kabinet tersebut, salah satunya kabinet djuanda memiliki peran penting yang sampai ini kita rasakan manfaatnya terhadap negara.

Kabinet dijuanda termasuk dalam kabinet zaken, dimana terdiri dari orang yang ahli dibidangnya.  Kabinet ini dipimpin oleh Ir. H. Djuanda Kartawijaya bersama tiga wakilnya, Mr. Hardi, Idham Chalid, dan dr. Leimana. Tidak beda dengan lain, masa kabinet ini mulai 9 April 1957-10 Juli 1959. Berakhirnya kabinet djuanda adalah berakhirnya juga era demokrasi parlementar dan muncul demokrasi terpimpin yang digagas dan dipimpin oleh Soekarno sendiri.


Keberhasilan Kabinet Djuanda

Ada beberapa prestasi dan keberhasilan dari progam progam yang dilaksanakan kabinet dijuanda. Salah satu yang paling gemilang adalah deklarasi dijuanda. Berikut penjelasannya.

Mencetuskan Deklarasi Djuanda.

Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu, Djuanda Kartawidjaja. Salah satu isi deklasari djuanda adalah menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. 

Didalam deklasari tersebut, juga menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State). sehingga laut-laut antarpulau disektar wilayah Indonesia menjadi wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas. Deklarasi Djuandadiresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km², Namun pada saat itu ditentang dari beberapa negara. Karena merasa dirugikan

Alhasil, Setelah perjuangan yang panjang, deklarasi ini pada tahun 1982 akhirnya dapat diterima oelh berbagai negara didunia (walau ada yang belum menerima) dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Deklarasi ini dipertegas kembali lewat UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.

Membentuk Dewan Nasional

Pemerintah Djuanda membentuk Dewan Nasional yang beranggotakan golongan fungsional, buruh, tani, pengusaham dan golongan perwira Militer, kecuali partai politik. Dewan ini dikomandoi oleh Presiden RI yang akan mendampingi dan memberi kewibawaan kabinet, serta menyalurkan dan menampung aspirasi rakyat.

Berdasarkan Undang-Undang Darurat No 7 1957 tentang Dewan nasional, tugas Dewan ini adalah memberikan nasehat nasehat kepada pemerintah mengenai kenegaraan dan kemasyarakatan, baik atas permintaan pemerintah maupun atas inisiatif sendiri. Dengan begitu bisa membantu jalannya roda pemerintahan dan menjaga stabilitas politik. Itulah keberhasilan kabinet djuanda pada sektor stabilitas negara.

Menjalankan Munas (Musyawarah Nasional )

Punggawa kabinet Djuanda mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) di Gedung Proklamasi, Jalan Pegangsaan Timur No. 56, pada tanggal 10-14 September 1957 guna membahas masalah pembangunan nasional dan daerah, angkatan perang, serta pembagianatau pemekaran wilayah Republik Indonesia. Latar belakangnya diadakannya munas, karena adanya ketegangan yang terjadi antara pusat dan daerah juga antar kelompok masyarakat. Walau hasinya tak signifikan, namun ada sedikit perubahan.

Ketegangan terjadi karena pembangunan yang mangkrak dan tidak merata, oleh karena itu, Kabinet mengadakan Munas lanjutan khusus pembahasan pembangunan atau dikenal dengan Musyawarah Nasional Pembangunan (Munap). Pada Munap yang diadakan pada bulan desember 1957 ini, kabinet menyusun rencana pembangunan daerah baik dijawa maupun luar jawa. Munas ini juga permulaan ide munculnya deklarasi Djuanda.

Itulah prestasi gemilang dari kabinet djuanda yang merupakan kabinet terakhir pada masa demokrasi parlementer. Kabinet ini jatuh karena banyak pergolakan daerah sehingga banyak yang menuntut untuk dibubarkan. Sekian, semoga bermanfaat.

Thanks for reading & sharing Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah

Previous
« Prev Post

Search

Artikel Terbaru