Home » » Panduan Cara Penggemukan Babi Pedaging, Hemat!

Panduan Cara Penggemukan Babi Pedaging, Hemat!

Posted by Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah on Saturday, February 26, 2022

 

Peternakan Babi- Sumber : www.change.org

Salam Peternakan Babi Indonesia- Kesempatan kali Koran ternak mengulas cara penggemukan Babi secara lengkap dari mulai memilih bibit sampai penanganan penyakit. Melihat potensi babi sebagai usaha penggemukan babi potong banyak yang terjun ke dunia peternakan babi, hanya saja daging babi kebanyakan di ekspor. 

Tata laksana pemeliharaan babi sebagai berikut:

Pengadaan Bibit Babi

Bibit yang dipelihara di peternakan babi Indonesia umumnya adalah import, kalau tidak didatangkan dari Indonesia bagian timur yang mayoritasnya nasyarani. Pejantan yang dibeli umur 5 bulan sedangkan betinanya berasal dari keturunan sendiri. Untuk yang digunakan sebagai bakalan atau penggemukan umur 6-7 bulan.

Bibit yang dipilih yaitu bibit yang mempunyai penampilan bagus, badan panjang, puting banyak dan simetris.

Ciri ciri babi yang baik untuk dijadikan babi potong atau penggemukan
  • Sehat
  • kaki kuat
  • dan testisnya baik dan mampu membuahi betina.
Manajemen Pemberian Pakan
Pakan babi memang sangat mempengaruhi produksi maupun reproduksi babi. Susunan ransum yang di berikan pada setiap periode pertumbuhan babi grower, starter, finisher, menyusui akan berbeda. Ransum sempurna adalah kombinasi beberapa bahan makanan yang bila dikonsumsi secara normal dapat mensuplai zat-zat makanan kepada ternak dalam perbandingan jumlah, bentuk, sedemikian rupa sehingga fungsi-fungsi fisiologis dalam tubuh berjalan dengan normal.

Bahan pakan yang digunakan adalah tepung jagung pipil, konsentrat, poor, dedak dan premix. Sebagaimana contoh komposisi pakan babi
dedak 20g, tepung jagung 18g, konsentrat 12g, premix 10g dan untuk poor sebanyak 10g untuk setiap ekor/harinya.
Untuk babi grower 100 gram campuran pakan setiap ekor per harinya, sedangkan untuk babi finisher 500g per ekor per harinya. Biaya pakan dari bahan-bahan tersebut juga diperhitungkan sesuai dengan harga masing-masing jenis bahan pakan yang termasuk dalam manajemen pemberian pakan. Jumlah pakan yang diberikan juga diperhitungkan dan diberikan berdasarkan klasifikasi babi.

Pakan babi diberikan pada tempat pakan babi yang disediakan dan pakan dalam bentuk kering. Alasan diberikan dalam bentuk kering karena dalam bentuk kering tidak cepat basi dan apabila tersisa bisa dikumpulkan dan diberikan lagi Bentuk pakan yang diberikan juga menentukan konsumsi pakan babi. Konsumsi merupakan faktor esensial yang merupakan dasar untuk hidup pokok dan produksi.

Manajemen Pemeliharaan Penggemukan atau finisher

Babi periode finisher dicirikan dengan berat hidup 90-100 kg. Babi yang sudah mencapai bobot 100 kg sudah dapat dipotong. Kebutuhan zat makanan babi periode finisher dengan bobot badan 50-80 kg adalah energi metabolis 3265 kkal, protein kasar 15,5%, dan konsumsi ransum 2575 g/e/h.

Perlakuan babi saat penggemukan di farm yang diperhatikan adalah kandang, pakan, dan perawatan yaitu babi dimandikan. Peternak menjual ternak pada umur 6 bulan dengan bobot rata-rata 91 kg. Peternak menjual ternaknya berdasarkan bobot badan babi dengan harga per kilogram bobot badan 32.000 rupiah. Berdasarkan taksiran harga babi per ekornya maka 1 ekor babi dihargai sebesar 3.200.000 rupiah setiap 100 kg.

Perkandangan
Ada dua macam kandang babi, yaitu kandang dengan sistem tertutup dan terbuka. Apabila dilihat dari bangunan kandangnya, kandang babi harus bersifat permanen karena bahan-bahan bangunan kandang yang digunakan antara lain semen, besi, seng, genteng, digunakan bahan bagunan tersebut dengan alasan lebih kuat dan tidak mudah rusak selain itu bahan bangunan juga akan lebih efisien.

Lantai kandang juga terbuat dari semen. Ukuran bangunan kandang panjangnya 4 m, lebar 2,5 m, tinggi 3 m, kemiringan atap kandang 5 derajat setiap satu kotak kandang. Dengan ukuran tempat pakan/minum panjangnya 200 cm, lebar 35 cm dan tinggi 20 cm. Pakan disimpan dalam gudang penyimpanan pakan. Ukuran gudang penyimpanan pakan panjangnya 25 m, lebar 10 m, tinggi 5 m dan luasnya 250 m2.

Pencegahan Penyakit

Tindakan Pencegahan penyakit yang dilakukan dalam mencegah penyebaran penyakit antara lain dengan penyemprotan desinfektan, obat, amoxillin,dan dilakukan vaksinasi. Apabila membeli ternak dari luar, tindakan khusus yang diberikan pada ternak yang dibeli yaitu vaksin ulang atau terkadang dikarantina dengan pemberian pakan yang bagus.

Penyakit yang biasa menyerang babi yaitu Hog Cholera merupakan penyakit yang sangat menular pada babi yang berlangsung secara akut, subakut, kronis atau subklinis yang ditandai oleh perdarahan-perdarahan pada berbagai organ tubuh. Hog Cholera pada babi disebabkan oleh Virus Classical Swine Fever (CSF) atau Hog Cholera yang termasuk dalam genus Pestivirus famili Flaviviridae.

Selain itu penyakit pernafasan yang diatasi dengan suntikan obat, selain itu juga terdapat penyakit kolera yang sering menyerang yang cara mengatasinya dijual atau dipotong. Apabila ada ternak yang mati cara mengatasinya yaitu dengan cara langsung dikubur agar tidak menular pada ternak babi lain. Manajemen pencegahan penyakit sangat penting dalam peternakan babi karena menentukan kesehatan babi yang juga menentukan populasi babi dalam suatu farm. Selain itu babi juga sering terkena penyakit sesak nafas, mencret, gatal-gatal.

Itulah ulasan sederhana mengenai cara penggemukan babi secara umum, untuk menjadikan suatu ilmu menjadi cara praktis adalah alangkah baiknya kalian berkunjung ke peternakan babi terdekat untuk mengamati apa yang harus dilakukan untuk menjalankan usaha penggemukan babi.

Thanks for reading & sharing Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah

Previous
« Prev Post
window.location.toString();if (uri.indexOf("?m=1","?m=1") > 0) {var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("?m=1"));window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);}