Home » , » 7 Jenis Bawang Merah Unggul Untuk Dibudidayakan

7 Jenis Bawang Merah Unggul Untuk Dibudidayakan

Posted by Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah on Saturday, January 22, 2022

Varietas atau jenis bawang merah apa saja yang bagus untuk budidaya? - Bawang merah merupakan  salah satu komoditas tanaman strategis di Indonesia. Bawang merah memiliki nilai ekonomi cukup tinggi yang menjadi perhatian khusus dari pemerintah maupun petani Lokal. Oleh karena itu Bawang merah menjadi sayuran unggulan nasional, sayangnya bawang merah sampai saat ini yang belum banyak keragaman varietasnya baik varietas lokal maupun nasional. Lambannya varietas muncul karena petani masih mengandalkan teknologi konvensional dalam perbanyakan bawang merah. Mereka menggunakan umbi sebagai bibitnya.


Bawang Merah (Alllium cepa) merupakan tanaman sayuran yang dibudidayakan di daerah dingin, sub tropis dan tropis. Bawang merah menjadi bumbu hampir seluruh masakan di dunia serta dapat dimakan secara mentah. Tanaman ini mengandung vitamin C, kalium, serat dan asam folat. Bawang merah juga mengandung kalsium dan zat besi serta mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberellin. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional karena bawang merah mengandung efek antiseptik dan senyawa allin.

Gambar bawang merah bima brebes,phip dan batu ijo
Sebagai komoditi yang penting bawang merah sangat fluktuatif harga maupun produksinya, seperti harga dan produksi cabe, hanya saja tidak terlalu tinggi. Harga bawang akan tinggi bila produksinya menurun. Produksi bawang menurun saat musim hujan, karena musim hujan tidak bagus dalam bertani bawang karena banyak yang busuk karena terlalu banyak mengandung air. Keadaan tersebut membuat petani memilih berhenti atau mengurangi produksi menanam bawah merah untuk menghindari resiko rugi. Sebaliknya harga menurun jika produksi melimpah di musim kemarau.

Bawang merah yang fluktuatif tidak hanya karena pasokan produksi yang tidak seimbang antara panenan di musimnya serta panenan diluar musim, selain itu tingginya intensitas serangan hama dan penyakit terutama bila penanaman dilakukan di luar musim. Bawang merah termasuk komoditas yang tidak dapat disimpan lama, hanya bertahan 3- 4 bulan padahal konsumen membutuhkannya setiap saat.

Masalah utama usahatani bawang merah adalah tingginya resiko kegagalan panen terutama bila penanaman dilakukan di luar musim. Tingginya resiko kegagalan panen disebabkan karena adanya beratnya serangan hama dan penyakit seperti penyakit Alternaria, Fusarium, dan Antraknose. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama.

Jenis Varietas Unggul Bawang Merah beserta diskripsi keunggulannya

1.Bima Brebes

- Berasal dari Lokal Brebes (Jawa Tengah)
- Daya Adaptasi cukup bagus untuk ditanam di semua wilayah Indonesia
- Dapat ditanam dengan baik pada semua tanah pada ketinggian 10-1000 mdpl
- Umur berbunga : 50 hari setelah tanam
- Umur saat panen : 60 hari setelah tanam
- Tinggi tanaman : 25-44 cm
- Warna umbi : merah muda
- Bentuk umbi : lonjong bercincin kecil pada leher cakram
- Banyakan Anakan : 7-12 umbi per rumpun
- Produksi Umbi : 9,9 ton/Ha
- Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit : Cukup tahan terhadap penyakit busuk umbi (Botrytis alii) dan peka terhadap penyakit busuk ujung daun (Phytophtora porii)



2. Jenis Bawang Bauji

- Berasal dari Lokal Nganjuk
- Tinggi tanaman : 35-43 cm
- Umur berbunga : 45 hari setelah tanam
- Umur saat panen : 60 hari setelah tanam
- Kemampuan berbunga : mudah berbunga
- Banyaknya anakan : 9-16 umbi rumpun
- Banyak buah/tangkai : 75-100
- Bentuk biji : bulat, gepeng, berkeriput
- Bentuk umbi : Bulat lonjong
- Ukuran umbi : Sedang (6-10 gram)
- Warna umbi : merah keunguan
- Produksi umbi : 14 ton/Ha umbi kering
- Ketahanan terhadap Hama : Agak tahan terhadap Ulat Grayak (Spodoptera exigua)
- Ketahanan terhadap Penyakit : Agak tahan terhadap Fusarium

3. Batu Ijo
- Berasal dari Batu Malang
- Tinggi tanaman : 45-60 cm
- Umur berbunga : 45-50 hari setelah tanam
- Umur saat panen : 65-70 hari setelah tanam
- Kemampuan berbunga : agak mudah berbunga
- Banyaknya anakan : 2-5 umbi/ rumpun
- Banyak buah/tangkai : 60-75
- Bentuk biji : bulat, gepeng, berkeriput
- Warna biji : Hitam
- Bentuk umbi : Bulat
- Ukuran umbi : Besar (10-22,5 gram/umbi)
- Warna umbi : merah kekuningan
- Produksi umbi : 16,5 ton/Ha umbi kering
- Ketahanan terhadap Hama : Rentan terhadap Ulat Grayak (Spodoptera exigua)
- Ketahanan terhadap Penyakit : Rentan terhadap Alternaria porii
- Keterangan : Baik untuk dataran rendah maupun dataran tinggi pada musim kemarau

4. Super philip

- Berasal dari Introduksi dari Philipphine
- Potensi Hasil : 18 ton/Ha Umbi Kering
- Tinggi tanaman : 36-45 cm
- Umur berbunga : 50 hari setelah tanam
- Umur saat panen : 60 hari setelah tanam
- Kemampuan berbunga : agak mudah
- Banyaknya anakan : 9-18 umbi/rumpun
- Banyak buah/tangkai : 60-90
- Bentuk Biji : Bulat, gepeng, berkeriput
- Warna Biji : Hitam
- Bentuk umbi : Bulat
- Ukuran umbi : Sedang (6-10 gram)
- Warna umi : merah keunguan
- Ketahanan terhadap Hama : Kurang tahan terhadap Ulat Grayak(Spodoptera exigua)
- Ketahanan terhadap Penyakit : Kurang tahan terhadap (Alternariaporii)
- Keterangan : baik untuk dataran rendah maupun medium padamusim kemarau

5. Lembah Palu

- Berasal dari Lokal Palu Sulawesi Tengah
- Tinggi tanaman : 30-37 cm
- Umur berbunga : tidak berbunga
- Umur saat panen : 65-70 hari setelah tanam
- Jumlah daun per umbi (helai) : 5-8 daun
- Jumlah daun per rumpun (helai) : 50-55 daun
- Bentuk umbi : Pipih agak bulat
- Ukuran umbi : panjang 2,5 - 3,4 cm diameter : 2,2 – 2,7 cm
- Warna umbi : merah pucat
- Ketahanan terhadap Hama : Kurang tahan terhadap Ulat Grayak(Spodoptera exigua)
- Ketahanan terhadap Penyakit : Kurang tahan terhadap (Alternariaporii)
- Keterangan : baik untuk dataran rendah maupun medium padamusim kemarau


6. Manjung

- Berasal dari Pamekasan
- Umur panen : 57-65 hari setelah tanam
- Produksi saat musim hujan : 15 ton/Ha
- Produksi pada musim kemarau : 20-22 ton/Ha

7. Tuk Tuk

- Asal : PT East West Seed
- Silsilah : rekombinan 5607 (F) x 5607 (M)
- Golongan varietas : menyerbuk silang
- Umur panen : + 85 hari setelah benih ditanam
- Tinggi tanaman : + 50 cm
- Bentuk umbi : bulat
- Hasil umbi basah : + 32 ton/Ha
- Keterangan : Beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 20-220 m dpl, sangat baik ditanam pada musim kemarau.

 Itulah beberapa varietas unggulan bawang merah yang setidaknya bagus untuk dibudidayakan di Indonesia, tahan terhadap beberapa penyakit. Sekian semoga bermanfaat.

Sumber : Nugraheni, Balai Besar PPMB-TPH

Thanks for reading & sharing Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah

Previous
« Prev Post
window.location.toString();if (uri.indexOf("?m=1","?m=1") > 0) {var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("?m=1"));window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);}