Home » » 12 Desain Rumah Walet Rumahan Hemat Untuk Masyarakat Bawah

12 Desain Rumah Walet Rumahan Hemat Untuk Masyarakat Bawah

Posted by Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah on Thursday, December 16, 2021

 Desain Rumah Walet -Banyak anggapan usaha budidaya wallet itu membutuhkan investasi yang cukup besar, terutama dalam hal pembuatan bangunan gedung sebagai rumah atau kandang burung wallet. Namun jika dicermati dengan baik baik, bukan itu letak enggannya masyarakat memulai bisnis wallet yang menguntungkan ini. Letaknya pada aspek aspek pemeliharaan, karena belum tentu sudah investasi besar besaran membuat gedung, tak satupun wallet masuk gedung tersebut akibat tidak memperhatikan aspek pemeliharaan. Jadi jangan sungkan, ketika hendak membuka usaha budidaya burung wallet walau secara sederhana. Mereka hanya fokus pada desain rumah walet yang terlihat memakan byk uang. Iya memang benar, tetap jgn fokus disitu.


Budidaya Wallet Rumahan

Kabarnya, peternak peternak wallet mulai berinisiatif menggunakan metode budidaya wallet rumahan yang lebih efisien dan hemat, khususnya untuk masyarakat menengah ke bawah. Budidaya wallet rumahan menggunakan gedung dari rumah kayu sederhana. Karena mereka berpikir, pada intinya, bagaimana wallet suka dan nyaman dengan tempatnya. Saya pikir Wallet tidak materialis. Asal nyaman, wallet akan membuat sarang di rumah kayu tersebut. Betul?

Sekalipun wallet tidak materialistis, wallet tetaplah raja dirumahnya. Kita sebagai peternak harus membuat mereka nyaman dengan melihat suhu lingkungan, lokasi rumah dan tinggi rumah.
Selain itu, dan penting adalah kebutuhan pakan wallet tersedia sepanjang hari. Wallet betah kita pun berkah. Kita dapat menikmati hasil panen sarang wallet yang banyak dan maksimal.

Pemilihan Lokasi Kandang Wallet

Sebelum membuat kandang wallet, perhatikan aspek aspek pemilihan lingkungan kandang walett dibawah ini :

Lingkungan luar kandang
  1. Lokasi kandang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan aktivitas masyarakat.
  2. Lokasi kandang merupakan dataran rendah yang memiliki ketinggian maksimum 1000 m dpl.
  3. Lokasi kandang terbuka, tidak tertutup pohon lebat baik di persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa. Di rumah pun memungkinkan jika memang lokasi anda masih dipedesaan dan pinggir sawah
  4. Terhindar dari gangguan burung-burung buas pemakan daging atau burung pengganggu lainnya.
Lokasi dalam kandang

Selain lingkungan luar kandang, anda juga memperhatikan lingkungan didalam kandang wallet antara lain suhu, kelembaban dan penerangan.
  1. Buatlah kandang mirip dengan habitat alami dari wallet seperti gua gua alami
  2. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban ± 80-95 %.
Kontruksi gedung atau kandang wallet serta perlengkapannya

Terbuat dari apapun kandang wallet, anda harus mempehatikan kontruksi kandang agar wallet betah membuat sarang disitu.
 Desain Rumah Walet dari kayu

Seperti kita tahu, umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10×15 m2 sampai 10×20 m2. Namun mengingat, kita membahas untuk budidaya wallet rumahan sederhana, maka kita pun menyesuaikan sesuai kondisi, tidak harus luas dan besar serta tidak terlalu tinggi menjulang langit, sekalipun Makin tinggi wuwungan (bubungan) dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet. Peternak tetap harus memperhatikan resiko, ketika harus membuat bangunan dari kayu antara lain
  1. Ukuran kandang lebih kecil,contoh 5 x 7 m2 atau 5x 10 m2.
  2. Jangan terlalu tinggi, karena resiko diterjang angin kencang.
  3. Terbuat dari kayu yang kuat baik untuk dingind dan kerangka atap dan sekat tempat melekatnya sarang-sarang.
  4. Dinding menggunakan genting
  5. Untuk menjaga suhu tetap stabil, anda perlu menyelubungi dinding menggunakan terpal plastik, spanduk bekas atau banner tidak terpakai untuk menghindari terpaan angin kedalam kandang.
Desain Kandang dan perlengkapannya
  1. Gedung walet dilengkapi dengan roving room atau tempat berputar- putar dan resting room sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang.
  2. Dibuat Lubang tempat keluar masuk burung berukuran 20×20 atau 20×30 cm2 dibuat di bagian atas. Jumlah lubang tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. 
  3. Letaknya lubang jangan menghadap ke timur 
  4. Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam untuk menjaga kelembaban kandang
  5. Melapisi plafon dengan sekam setebal 10 - 20 cm.
  6. Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk “L” yang berjaraknya 5 m satu lubang, berdiameter 4 cm.
  7. Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yang berbentuk corong dari goni atau kain berwarna hitam sehingga keadaan dalam gedung akan lebih gelap.
Pengadaan Bibit Wallet

Bibit wallet tentunya ditentukan dari populasi wallet diluar kandang dan kondisi gdung yang sudah kita siapkan. Artinya kita sebagaipeternak memancing wallet supaya masuk dan membuat sarang didalam kandang. Begini cara memancing wallet supaya banyak yang masuk dalam kandang.
  1. Memutar rekaman suara wallet untuk memancing wallet dilaur kandang masuk ke dalam kandang, karena wallet menganggap banyak temanya didalam kandang dan tersedia banyak makanan. Pemutaran suara ini dilakukan pada jam 16.00–18.00 atau sore menjelang senja, tepatnya waktu burung wallet kembali mencari makan.
  2. Penumpukan jerami yang menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet. Percuma wallet dipancing ternyata merasa ditipu dan akhirnya keluar lagi karena tidak tersedia makanan. Jadi bijaknya menyediakan makanan untuk wallet agar mereka merasa betah sehingga wallet membuat sarang disitu. Karenaa wallet membuat sarang tidak jauh jauh dari sumber makanannya.
  3. Penambahan bibit melalui telur wallet.  telur walet untuk ditetaskan pada sarang burung sriti guna menambah populasi wallet dikandang. Telur dapat diperoleh dari pemilik gedung walet yang sedang melakukan panen cara buang telur. Panen ini dilaksanakan setelah burung walet membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur walet diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Telur yang dibuang dalam panen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak populasi burung walet dengan menetaskannya di dalam sarang sriti.
Perawatan Ternak wallet

Perawatan anak wallet

Penetasan telur dilakukan di mesin tetas. Setelah anak burung walet yang baru menetas tidak berbulu dan sangat lemah memerlukan perlakuan yang intensif seperti pemberian makanan Anak walet dengan telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Dan Selama 2–3 hari anak walet ini masih memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak perlu dikeluarkan dari mesin tetas.

Setelah 1 minggu, keluarkan dari mesin tetas dan letakan dalam kotak khusus dengan pemberian pemanas dari lampy bohlam dengan diberi makan setiap hari. Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang dibawa ke gedung pada malam hari, sebelumnya diletakan dalam rak karena belum bisa terbang secara maksimal.

Pemberian pakan

Sekalipun wallet bisa mencari makanan sendiri, namun alangkah baiknya tetap menyediakan makanan didalam kandang. Kenapa? Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, wallet akan membuat sarang yang dekat dengan sumber makananya, kalau tidak tersedia, tentu sarang secara perlahan kabur dari kandang anda. Iya kan?

Jadi berilah makanan wallet disektar luar kandang dengan jenis jenis makanana seperti dibawah ini :
  1. budidaya serangga yaitu kutu gaplek dan nyamuk.
  2. membuat kolam dipekarangan rumah walet.
  3.  menanam tanaman dengan tumpang sari.
  4. menumpuk buah-buah busuk di sekitar luar kandang
Pembersihan kandang

Kotoran wallet yang ada dilantai kandang dibersihkan dan dikumpulkan didalam karung lalu simpan di kandang. Desain rumah walet harus memperhatikan kebersihan yang mana agar walet itu betah, dan kita yang merawat pun tidak terganggu.

Pengendalain hama dan penyakit wallet

  1. Tikus - Tikus akan memakan telur, anak burung walet bahkan sarangnya. Tikus mendatangkan suara gaduh dan kotoran serta air kencingnya dapat menyebabkan suhu yang tidak nyaman. Cara pencegahan tikus dengan menutup semua lubang, tidak menimbun barang bekas dan kayu-kayu yang akan digunakan untuk sarang tikus.
  2. Semut - Semut api dan semut gatal memakan anak walet dan mengganggu burung walet yang sedang bertelur. Cara pemberantasan dengan memberi umpan agar semut-semut yang ada di luar sarang mengerumuninya. Setelah itu semut disiram dengan air panas.
  3. Kecoa memakan sarang burung sehingga tubuhnya cacat, kecil dan tidak sempurna. Cara pemberantasan dengan menyemprot insektisida, menjaga kebersihan dan membuang barang yang tidak diperlukan dibuang agar tidak menjadi tempat persembunyian.
  4. Cicak dan Tokek memakan telur dan sarang walet. Tokek dapat memakan anak burung walet. Kotorannya dapat mencemari raungan dan suhu yang ditimbulkan mengganggu ketenangan burung walet. Cara pemberantasan dengan diusir, ditangkap sedangkan penanggulangan dengan membuat saluran air di sekitar pagar untuk penghalang, tembok bagian luar dibuat licin dan dicat dan lubang-lubang yang tidak digunakan ditutup.

Pemanenan Wallet

Panen dilakukan ketika merasa sarang sudah cukup dipanen. Pemanenan ini harus memperhatikan metode dan frekuensi panen agar tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan wallet berpaling  dari kandang wallet anda.

Cara pemanenan
  1. Panen rampasan. Panen rampasan adalah panen yang dilaksanakan setelah sarang siap dipakai untuk bertelur, tetapi pasangan walet itu belum sempat bertelur. Kelebihan cara panen rampasan : jarak waktu panen cepat, kualitas sarang burung bagus dan total produksi sarang burung pertahun lebih banyak. Kelemahan  : tidak baik dalam pelestaraian burung wallet karena tidak ada peremajaan. dan kualitas sarangnya pun merosot menjadi kecil dan tipis karena produksi air liur tidak mampu mengimbangi pemacuan waktu untuk membuat sarang dan bertelur. Cara pemanenan ini bisa dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun
  2. Panen Buang Telur adalah panen yang dilaksanakan setelah burung membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Pola ini mempunyai keuntungan yaitu dalam setahun dapat dilakukan panen hingga 4 kali dan mutu sarang yang dihasilkan pun baik karena sempurna dan tebal. Adapun kelemahannya yakni, tidak ada kesempatan bagi walet untuk menetaskan telurnya. Cara pemanenan ini bisa dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun
  3. Panen Penetasan adalah panen yang dilaksanakan setelah anak-anak walet menetas dan sudah bisa terbang. Kelemahan pola ini, mutu sarang rendah karena sudah mulai rusak dan dicemari oleh kotorannya. Keuntungannya adalah burung walet dapat berkembang biak dengan tenang dan aman sehingga polulasi burung dapat meningkat. Cara pemanenan ini bisa dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun.
Pasca panen wallet

Kegiatan pasca panen juga penting untuk meenetukan proses pemeliharaan berikutnya. Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran- kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor. Untuk kandangnya dibersihkan seperti semula agar wallet wallet bisa membuat sarang kembali dan jangan lupa dengan penambahan populasi wallet lagi, karena sebagian wallet yang strres akan kabur dari kandang.

Contoh Desain Rumah Wallet
Desain Rumah Walet Rumahan Hemat  Untuk Masyarakat Bawah








Desain Rumah Walet Rumahan Hemat  Untuk Masyarakat Bawah


Desain Rumah Walet Rumahan Hemat  Untuk Masyarakat Bawah





Itulah ulasan mengenai desain rumah walet dan cara budidaya burung wallet rumahan yang menjanjikan, karena sarang wallet memiliki nilai jual tinggi, terutama untuk ekspor. Sekian, semoga bermanfaat.

Thanks for reading & sharing Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah

Previous
« Prev Post
window.location.toString();if (uri.indexOf("?m=1","?m=1") > 0) {var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("?m=1"));window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);}