Home » , » 10 Cara mengatasi daun cabe keriting kuning dan rontok (Virus Kuning) Secara Alami

10 Cara mengatasi daun cabe keriting kuning dan rontok (Virus Kuning) Secara Alami

Posted by Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah on Monday, August 30, 2021

Jangan dulu buru buru beli obat virus kuning yang membuat cabe kerinting kuning dan rontok. Baca baik baik cara mengatasi virus kuning secara alami. - Virus kuning identik dengan gejala yang khas berupa pucuk daun menguning, kemudian mengkerut, keriting, kemudian rontok. Penyakit ini adalah jenis penyakit tanaman cabe yang sering menyerang akibat dari kutukebul (kutu putih) yang membawa virus kuning. Virus kuning gemini tergolong dalam keluarga Geminiviridae. Penyakit tanaman cabe di Indonesia sudah terkenal, bahkan didunia pun. Di Indonesia penyakit ini memiliki nama lokal yaitu penyakit brekele (Sumatera Barat dan Bengkulu), penyakit golkar (Jawa Tengah dan Jawa Timur), penyakit bule (Jawa Timur), dan penyakit kuning (di berbagai tempat). Penyakit ini telah membawa mala petaka petani cabai sehingga perlu diatasi secepatnya
 

Penyebab dan gejala Virus Kuning

Seperti yang saya singgung diawal bahwa penyebab daun cabe kuning awalnya disebabkan oleh parasit kutukebul. Kutukebul dewasa mengandung virus kuning, kutukebul yang berkembang biak dan tumbuh ditanaman cabe dan tanaman sayuran yang menyebabkan virus kuning mennular dari tanaman satu ke tanaman yang lain. Gejala tanaman yang terkena virus kuning awalnya adalah terdapat kutukebul yang berkembang biak didaun, jika tidak ditangani akan menimbulkan virus kuning yang didentifikasi dengan daun mengelun, mengkerut atau keriting,muncul bercak kuning jika masih ada kutukebul maka daun cepat rontok walaupun masih muda.

Cara mengatasi dengan Virus kuning secara alami

1. Penggunaan Varietas Toleran/tahan
Penggunaan varietas cabe tahan/toleran terhadap virus kuning adalah agar tanaman cabe terserang lebih tahan. Anda bisa menggunakan  varietas cabai merah diketahui toleran terhadap penyakit virus kuning antara lain adalah C. annum (Tit Super, CK Sumatera, TM 99 dan Lembang– 1) dan C. frutescens (Bara dan Rawit Thailand).


2. Penyemaian yang benar
Penyemaian yang benar dilakukan untuk mengurangi kontaminasi  terhadap virus kuning lebih awal. Jangan sampai virus ini datang sejak awal persemaian karena bisa merugikan sekalo ketika tanaman cabe berbuah.

3. Imunisasi tanaman muda
Imunisasi tanaman muda bertujuan untuk mengaktifkan gen pertahanan tanaman secara sistemik. Langkah ini dilakukan dengan cara menginokulasikan ekstrak nabati bunga pukul empat atau bayam duri. 

4. Pengolahan tanah dan pemupukan berimbang
Pengolahan tanah yang baik berbarengan dengan pemupukan yang sesuai dan berimbang bertujuan untuk menghilangkan atau memperkecil sumber infeksi dan memperbaiki tekstur tanah (aerasi baik). Waktu pengolahan tanah, bersihkan lahan dari gulma inang virus dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Gunakan pupuk kandang matang. Keseimbangan nutrisi (nitrogen, fosfor, dan kalium) dan dosis penggunaan pupuk yang tepat.

5. Penggunaan mulsa plastik hitam perak bertujuan untuk
Penggunaan musla plastik bertujuan untuk memantulkan sinar matahari, sehingga serangga hama tidak menyukai kondisi tersebut, silau bro, selain itu mulsa digunakan untuk menghambat pertumbuhan gulma, dan dapat menyebabkan patogen tanah tidak aktif.

6. Sanitasi dan pencabutan tanaman sakit

Mana kala ada tanaman segeralah bersihkan dan cabut, hal ini bertujuan untuk menghilangkan sumber infeksi dan dilakukan dengan cara selalu melakukan monitoring sampai tanaman berumur 35-40 hari. Tanaman yang menunjukkan gejala sakit dimusnahkan dan diganti dengan tanaman cabai yang sehat.Gulma yang merupakan inang virus juga dikumpulkan lalu dibakar.

7. Perangkap Kuning 
 
Perangkap kuning digunakan untuk memerangkap populasi kutukebul, dan dipasang sebanyak 40 perangkap/ha di tengahpertanaman cabai. Perangkap dipasang dengan ketinggian ± 30 cm. Cara membuat perangkap adalah dengan cara memasang triplex yang diberi oli bekas.

8. Penggunaan predator
 
Cara ini adalah mengurangi kutu kebelu sebagai penyebab utama virus kuning. Kita menggunakan Predator M. sexmaculatus atau kumbang kecil bertotol digunakan untuk mengurangi populasi kutukebul. Pelepasan predator M. sexmaculatus sebanyak 1 ekor/10 m2 atau 1 ekor/tanaman setiap dua minggu sekali. Itu direkomdaskikan jika disekitar anda ada. danmudah dicari.
 
9. Rotasi Tanaman
 
rotasi tanaman dilakukan untuk mengurangi sumber infeksi, jika sebelumnya sudah menanam cabe alangka baiknya sesudah menanam cabe harus diganti dengan tanaman lain sperti sayuran lainnya atau palawija. Cara menanamnya harus serentak atau pengunaan lahan secara menyeluruh.

10. Penggunaan insektisida nabati
Penggunaan insektisida nabati dilakukan untuk mengurangi residu pestisida pada produk sayuran dan lingkungan. Beberapa tanaman yang dapat digunakan sebagai insektisida nabati adalah sirsak (5 %), yang nilai efikasinya dapat mencapai 83 – 100%. Pestisida nabati lainnya yang dapat digunakan adalah insektisida campuran Agonal (nimba, lengkuas dan serai wangi).


Tulisan ini dikutip dari Buku PENYAKIT VIRUS KUNING DAN VEKTORNYA SERTA CARA PENGENDALIANNYA PADA TANAMAN SAYURAN Oleh : Neni Gunaeni, Wiwin Setiawati, Rini Murtiningsih, dan Tati Rubiati. BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN. 2008.

Thanks for reading & sharing Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah

Previous
« Prev Post
window.location.toString();if (uri.indexOf("?m=1","?m=1") > 0) {var clean_uri = uri.substring(0, uri.indexOf("?m=1"));window.history.replaceState({}, document.title, clean_uri);}