Home » » Budidaya Gambar atau Oyong Organik Dirumah

Budidaya Gambar atau Oyong Organik Dirumah

Posted by Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah on Wednesday, July 3, 2019

Budidaya Gambar atau Oyong Organik Dirumah
Budidaya Gambar atau Oyong Organik
Gambas atau lebih dikenal dengan oyong, ternyata banyak dibudidayakan oleh para petani Indonesia. Gambas atau oyong, banyak diolah sebagai sayuran. Nah, daripada susah-susah mencari ke pasar-pasar, ternyata melakukan budiaya Gambas organik sendiri di rumah dalam polybag atau pekarangan tidak sulit loh. Bagaimana caranya? dari menanam, pemupukan sampai perawatan gambar organik?

Sebelum memulai ke cara budidaya Gambas. Ada baiknya Anda ketahui dulu, klasifikasi tanaman rambat tersebut.

Klasifikasi Tanaman Gambas


Gambas atau oyong, ternyata masih merupakan keluarga dekat tanaman labu. Jadi meskipun masyarakat banyak mengenal Gambas sebagai sayuran, tetapi Gambas tidak termasuk pada jenis sayur-sayuran. Melainkan buah-buahan. Ada beberapa jenis gambar yang populer di masyarakat seperti panas merah, prima f1, bidara, anggun tavi dan super gambas.

Berikut adalah klasifikasi tanaman Gambas:

Kingdom; Plantae
Divisi; Spermathpyta
Sub Divisi; Angiospermae
Kelas; Dicotyledonae/Magnoliopsida
Ordo; Cucurbitales
Family; Cucurbitaceae
Genus; Luffa
Spesies; Luffa Acutangula L.Roxb

Selain klasifikasi di atas. Anda dapat mengetahui Gambas dari ciri fisiknya sebagai berikut;

Akar

Akar Gambas merupakan akar tunggang. Ada dua jenis, akar utama atau yang disebut akar primer. Dan akar cabang atau berserabut kecil yang menyerap nutrisi-nutrisi dari dalam tanah untuk disalurkan ke akar utama.

Batang

Batang pohon Gambas bersegi dan memiliki tekstur permukaan dengan bulu-bulu kasar. Batang/sulurnya menjerat penyangga atau pohon sebagai media tumbuh. Panjang batamg antara 0,5-3,0 cm

Daun

Daun Gambas merupakan daun tunggal. Berbentuk daun bulat. Daging daunnya seperti kertas dengan ujung-ujungnya yang runcing.

Buah

Buah Gambas berbentuk panjang bulat, dengan ukuran sekitar 20-30cm, berwarna hijau muda-tua setelah matang. Dengan karpel 3 katup.

Biji

Bijinya berbentuk bulat pipih. Biji di Gambas mimuda berwarna putih. Dan warna hitam di Gambas yang sudah tua.


Cara Mudah Budidaya Gambas


Untuk melakukan budidaya Gambas sebenarnya tidak lah terlalu sulit. Gambas merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di mana saja. Akan tetapi akan lebih baik lagi pada lahan dengan suhu antara 18°-24°C dengan kelembaban sekitar 50%-60%. Meski tahan di daerah seperti apa saja, pohon Gambus tetap membutuhkan suplai air yang cukup.

Nah, untuk memulai budidaya, perhatikan beberapa hal berikut yang harus Anda persiapkan.

1. Lahan/Tanah

Pilihlah lahan yang cukup penyinaran matahari dan ketersediaan air. Dengan Ph tanah sekitar 5,6-6,8. Sebelum mulai menanam, bajak atau gemburkan tanah dengan kedalaman 25-30cm. Jangan lupa berikan pupuk Kandangan setelah tanah di gemburkan dan diamkan ±7 hari.

Setelah selesai menunggu selama satu pekan, buat bedengan dengan bentuk melengkung dan tutupi permukaan dengan menggunakan plastik/mulsa.

Tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban tanah dan menghindari hama tanaman.


2. Pemilihan Bibit

Setelah lahan sudah siap, selanjutnya adalah memilih bibit untuk ditanam. Anda dapat membeli bibit hibrida/F1 dari toko-toko yang menjual bibit Gambas. Atau bisa dengan memilih dari buahnya yang sudah tua.

Cara membuat benih dari Gambas yang sudah tua mudah saja, pertama pisahkan biji dari kulit, cuci bersih kemudian keringkan di bawah sinar matahari selama beberapa jam.

Untuk melihat kualitas biji yang dihasilkan, rendam biji dengan air. Apabila biji tenggelam, maka kualitas bagus untuk ditanam. Sebaliknya jika mengapung, maka kualitas biji buruk.


3. Penggarapan Lahan

Setelah dirasa benih sudah siap, buat lubang pada bendengan dengan jarak antar lubang sekitar 50-60cm. Satu lubang dapat diisi 2 hingga 3 biji Gambus.

Untuk pemberian pupuk sebelum pengerjaan dimulai, adalah sebanyak 20 ton/ha.


4. Perawatan

Untuk perawatan, lakukan penyiangan setiap 2 Minggu sekali dari gulma. Beri pula pupuk secara rutin tiap 3 bulan sekali.

Untuk menumbuhkan cabang baru, potong bagian batang yang sudah rusak atau tua. Tunas baru akan muncul dari pucuk yang sudah dipotong tersebut.

Namun, ada beberapa hama yang dapat menyerang tanaman Gambus, seperti kumbang daun, ulat grayak, ulat tanah, lalat buah, layu bakteri, virus mosaik, buah bengkok/busuk. Maka dari itu, pengecekan terhadap kesehatan tanaman harus di perhatikan. Jika diperlukan berikan obat anti hama yang tidak terlalu berefek samping buruk.

Mudah bukan? Budidaya Gambas dapat Anda lakukan di lahan sendiri dengan mengikuti beberapa langkah di atas.

Selain tidak terlalu sulit, ada beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan dari Gambas. Seperti;

· Dapat menurunkan tekanan kadar gula darah
· Radang usus
· Asma
· Meningkatkan air susu ibu bagi yang menyusui
· Menormalkan siklus datang bulan
· Dan beberapa manfaat lainnya

Selain itu, di dalam setiap 100gram Gambas terdapat kandungan protein sebanyak 1,09 gram,kalsium 17 mg, zat besi 1,6 mg, vitamin A dan vitamin C.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba budidaya Gambus Organik tersebut?  Sekian penjelasan singkatnya, semoga dapat membantu.  Sekian.

(Referensi: berbagai sumber di google)

Thanks for reading & sharing Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah

Previous
« Prev Post

Search

Artikel Terbaru